Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Benih Padi

Pak Tani menyelenggarakan upacara selamatan menjelang musim tanam. Ia mengambil sebagian padi untuk hiasan upacara dan sebagian lagi unuk disiapkannya sebagai benih untuk ditanam. Biji padi yang dijadikan benih ternyata cemburu dan berkeluh kesah kepada Pak Tani. “Pak Tani tidak adil!! Mengapa hanya sebagian teman kami yang Bapak pilih untuk dijadikan hiasan? Lihatlah, mereka dikagumi dan dipuji-puji banyak orang, sedangkan kami sama sekali tidak diacuhkan. Pak Tani sungguh tidak adil!”

Pak Tani mendengarkan keluh kesah mereka namun tidak menjawab. Ia malahan segera mengangkut mereka dan melemparkannya ke berbagai penjuru sawah, ke tengah-tengah tanah becek yang kotor. Benih padi semakin sedih.

Beberapa hari kemudian, Pak Tani menjenguk sawahnya dan menyapa benih padi.

” Selamat pagi, Benih Padi. Apa kabarmu?”

“Pak Tani, mengapa kami dibuang ke tanah kotor ini? Apa salah kami? Kami kedinginan dan kepanasan, tapi kaubiarkan kami. Wajah kami kini jadi rusak. Lihat, ada banyak serat akar tumbuh pada tubuh kami. Tolong angkat dan bersihkan kami, Pak Tani!”

“Kutolong kami, Benih Padi,” Jawab Pak Tani.

Akan tetapi, Pak Tani tidak juga mengangkat atau membersihkan benih-benih padi itu. Berhari-hari ia tetap membiarkan benih padi tinggal ditanah yang becek dan kotor. Dibiarkannya pula akar yang tumbuh semakin banyak. Bahkan, yang tumbuh bukan hanya akar, melainkan juga batang dan daun semakin lebat hingga suatu saat benih padi itu lenyap tak berbekas.

Sawah itu kini menguning, penuh dengan tanaman padi yang berbulir lebat. Banyak orang mengagumi keindahannya dan banyak orang yang membutuhkannya. Pak Tani datang menjenguk benih padinya.

“Benih Padi, bagaimana kabarmu hari ini?”

” Pak Tani, terima kasih atas pertolonganmu,” kata benih padi yang kini berubah menjadi tanaman yang berbuah lebat.

Advertisements

Read Full Post »


Konon di tengah hutan, bunga mawar menertawakan pohon cemara seraya berkata;
“Meskipun anda tumbuh begitu tegap, tetapi anda tidak memiliki keharuman sehingga tidak dapat menarik kumbang dan lebah untuk mendekat.”

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar di mana-mana menyiarkan dan menceritakan tampak buruk pohon cemara, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin datang dan turun salju yang lebat, bunga mawar yang sombong sangat sulit mempertahankan kehidupannya. Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa bumi.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan pohon cemara.
Salju berkata; ” Setiap tahun saya datang ke bumi ini, selalu melihat kemakmuran dan keramaian di bumi berubah wajah. Hanya gersang dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya dan berdiri tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam. Begitu pula alam kehidupan dan manusia selalu mengalami perubahan.”

Demikianlah pembicaraan menarik antara pohon cemara dan salju yang terjadi
di tengah malam pada musim dingin.

Sedih dan gembira selalu datang silih berganti; hanya dengan keteguhan jiwa
dan pikiran, kebahagiaan itu dapat diraihnya. Caci maki dan fitnah tidak dapat menjatuhkan orang yang kuat.

Di dalam ungkapan Timur sering terdapat kata-kata :
” Menengadah ke langit dan membuang ludah.” dan “Menabur debu dengan angin yang berlawanan.” Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang dilakukan seseorang dan pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Menghadapi fitnahan dan celaan, hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang tak bertepi.

Cuaca terang dan berawan selalu silih berganti.

Belajar bagaikan cermin yang jernih dapat melihat keadaan sebenarnya.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakan sejenak, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, menerima dan menahan diri dengan tenang dan sabar.

Kita harus belajar dari sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan maupun pikiran ; dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat dan damai.

Read Full Post »

seringkali kita lebih memperhatikan berita tentang kejahatan, karena memang itu yang paling banyak diangkat oleh media massa. namun aku baru saja menemukan kenyataan yang bisa membuatku tersenyum, ternyata masih ada orang baik dan jujur.

sekali waktu aku sedang mengambil uang di atm dan kuparkir motorku. tidak lama kemudia ada pemuda dengan pakaian ob mendatangiku dan berkata bahwa dia sudah memecahkan kaca spion motorku. lalu kami melihat kondisinya dan menurutku tidak terlalu parah. dia  ingin memberikan uang kepadaku tapi kutolak karena harga kaca spion tidak mahal, lagipula pecahnya tidak terlalu mengganggu.

tapi dia memaksa dan menyalamiku dengan menyelipkan uang. aku langsung memasukkan dalam kantongku karena berapapun yang dia kasih bagiku tak masalah. aku sangat terkejut karena uang yang dia berikan sebesar 50 ribu, terlalu besar unktuk membeli spion baru

dari kejadian sepele ini aku bersyukur bahwa masih ada orang jujur. walaupun dia ob, dia mau mengganti kerusakan dan dia mengeluarkan uang yang menurutku lebih berguna bagi dia hari itu. semoga pemuda tadi diberkati dalam setiap karyanya.

Read Full Post »

derita obat tegar

sebuah keris tidaklah terjadi dengan sendirinya menjadi bentuk meliuk yang indah. keris itu sudah melalui proses yang disebut penempaan. penempaan yang dialami sang keris bukanlah hal mudah untuk dilalui, bahkan sangat sakit dirasakannya. sang keris harus dipanasi sepanas-panasnya untuk bisa dibentuk, badannya dipukuli hingga bisa terbentuk indah.

ingin menjadi manusia indah dan tegar?

sama seperti sang keris, kitapun pasti mengalami tempaan hidup dari sang ilahi. namun berbeda dengan keris yang tidak bisa memilih, kita masih dapat memilih mau menerima tempaan itu atau menolaknya. selalin itu kita diberi kuasa untuk menentukan sikap bagaimana menghadapi tempaan hidup.

coba perhatikan kaki kita jika kita bermain tanpa alas kaki dalam waktu lama. kaki kita akan terluka dan mulai tumbuh daging yang kita sebut ‘kapalan’. namun karena daging baru itu lebih tebal, maka seakan kaki kita sudah kebal dengan luka.
begitupun dalam hidup. setiap derita yang kita alami meninggalkan bekas luka dalam hati. namun seiring ebrjalannya waktu kita harus menyadari bahwa kita menjadi lebih tegar dari saat sebelum terluka. namun bukan berarti kita harus mencari luka untuk tegar. sangat bijak jika kita menjadikan peristiwa menyedihkan dalam hidup sebagai momentum untuk bangkit dan bukan hanya itu, bangkit dan menjadi lebih kuat.

syukurilah pernderitaan yang kita alami karena dengan demikian Tuhan sedang memeprsiapkan mental kita. namun jangan terkubur dalam luka, kta harus segera bangkit dan berlaru mengejar kebahagiaan yang telah Dia siapkan bagi kita.

satu-satunya obat menjadi tegar adalah melalui penderitaan sambil menikmatinya. pastilah sang ilahi tersenyum sambil membuat hati kita ‘kapalan’

Read Full Post »

kata “juara” biasanya diidentikan dengan kompetisi. kalau kita mau duduk sebentar dan berpikir, hidup juga merupakan sebuah kompetinsi. namun apa yang diperebutkan? tidak hanya materi, jabatan, penghargaan tapi lebih kepada kepuasan memenangkan setiap perkara yang kita hadapi.

ini adalah pengalamanku masuk dalam suasana kompetisi yang terkait dengan pertandingan. aku ikut pertandingan costumer service antar unit di tempatku bekerja. aku berpikir cara apa yang bisa kugunakan supaya bisa mengurangi rasa tegang tapi bisa menghasilkan yang terbaik. akhirnya, kutemukan tips sederhana.

aku mulai menyapa semua calon lawanku dan kusalami mereka sambil tersenyum kuucapkan “good luck”. dengan melakukan ini aku berasumsi mereka juga memberikan dukungan kepadaku. hal kedua yang kulakukan adalah menjadikan pendukung lawan sebagai pendukungku. aku anggap teriakan mereka, dukungan mereka juga dialamatkan kepadaku. aku mulai bisa menikmati atmosfer kompetisi ini dan menjadi bagian di dalamnya.

tips ketiga yang paling penting bagiku adalah menganggap setiap pertandingan adalah final. walaupun masih babak penyisihan, namun aku menganggap ini adalah final sehingga di otakku yang ada hanyalah menang. akhirnya aku memenangkan penyisihan dan setiap pertandingan berikutnya tetap menjadi final bagiku.

dari cerita diatas ada beberpa hal yang dapat dilakukan untuk melatih mental juara dalam diri, yang digunakan dalam kompetisi di arena hidup :

1. tersenyumlah dalam segala perkara baik susah maupun senang karena akan membuka aura kita menikmati segala perkara

2. bersikaplah positif terhadap rival anda karena bukan soal menang kalah tapi yang terbaik

3. setiap perkara adalah final, tidak dapat terulang … maka berilah dirimu yang terbaik

semoga dengan tips singkat ini, setiap kita bisa melatih diri menjadi juara dalam setiap perkara hidup yang kita hadapi….

do what u think is best

Read Full Post »

diambil dari sebuah milis
Ketika pulang tugas audit dari surabaya Kereta Argo angrek yang saya tumpangi dari Stasiun Pasar turi surabaya perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, karena sudah di jemput oleh keluarga. suasana jatinegara penuh sesak seperti biasa.

Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka kebanyakan berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.

Tiba-tiba terdengar suara anak kecil membuyarkan keasyikan saya mengamati perilaku orang-orang di Jatinegara. Saya lihat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan kehidupan yang berat baginya.

Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal dan robek-robek disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi. “Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya melihat orang-orang di luar kereta. “Maaf, apakah air minum itu
sudah tidak bapak butuhkan ?” katanya dengan penuh sopan sambil jarinya menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum samping jendela. Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum dalam kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya bahkan sudah tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya minta air minum dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi yang diberikan oleh pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan makan di rumah.

“Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil memberikan air minum kemasan gelas kepada bocah itu. Diterimanya air itu dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.

Beberapa menit kemudian, saya lihat dari balik jendela kereta, bocah tadi berjalan beririringan dengan 3 orang temannya. Masing-masing membawa tas kresek di tangannya. Ke empat anak itu kemudian duduk melingkar dilantai emplasemen. Mereka duduk begitu saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai yang terlihat kotor. Masing- masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing.

Setelah saya perhatikan, rupanya isinya adalah “harta karun” yang mereka temukan di atas kereta. Saya lihat ada roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga separuh; sisa nasi catering kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !

Selanjutnya dengan rukun mereka saling berbagi “harta karun” temuan mereka dari kereta. Saya lihat bocah paling besar menciumi nasi bekas catering kereta untuk memastikan apakah sudah basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, kotak nasi itu kemudian disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa tersebut juga dibaui. Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil mengangkat tinggi- tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng itu sudah tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang.

Tapi si bocah tidak peduli, dengan lahap paha ayam itu dimakannya. Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka makan dengan penuh lahap. Sungguh, sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta kemudian diakhiri dengan berbagi air minum dalam kemasan gelas !

Menyaksikan itu semua, saya jadi tertegun. Saya lihat sendiri persis di depan mata, potret anak-anak kurang beruntung yang mencoba bertahan dari kerasnya kehidupan. Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari itu. Hidup adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri.

Cita-cita ?
Masa Depan ? Lebih absurd lagi.

Bagi saya pribadi, pelajaran berharga yang saya petik adalah, bahwa saya harus makin pandai bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Dan tidak lagi memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti misalnya: air minum kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita sepele, bagi orang lain sangat berarti.

Read Full Post »

ini adalah slogan rahasia yang dipegang oleh orang-orang sukses karena mereka begitu menikmati pekerjaannya. namun seringkali sulit dilaksanakan karena kita tidak tahu apa yang kita cintai dan selanjutnya bagaimana kita bisa mencintai pekerjaan itu.

cara sederhana untuk menentukan pekerjaan yang kita cintai adalah cari suatu aktivitas yang kamu sangat bersemangat untuk melakukannya meskipun tidak dibayar. biasanya itu tidak jauh dari hobi dan keseharian kita.

love what u do akan memberikan energi dan semangat yang luar biasa untuk kita dalam melakukan pekerjaan itu. tak ada seorangpun yang dapat menghentikan jika kita memang sudah mencintai pekerjaan itu.

namun perlu diingat bahwa sebagaimanapun kamu mencintai pekerjaanmu, jangan lupakan keuargamu karena itulah yang terpenting dalam hidupmu.

– why –

Read Full Post »

Older Posts »