Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2008

derita obat tegar

sebuah keris tidaklah terjadi dengan sendirinya menjadi bentuk meliuk yang indah. keris itu sudah melalui proses yang disebut penempaan. penempaan yang dialami sang keris bukanlah hal mudah untuk dilalui, bahkan sangat sakit dirasakannya. sang keris harus dipanasi sepanas-panasnya untuk bisa dibentuk, badannya dipukuli hingga bisa terbentuk indah.

ingin menjadi manusia indah dan tegar?

sama seperti sang keris, kitapun pasti mengalami tempaan hidup dari sang ilahi. namun berbeda dengan keris yang tidak bisa memilih, kita masih dapat memilih mau menerima tempaan itu atau menolaknya. selalin itu kita diberi kuasa untuk menentukan sikap bagaimana menghadapi tempaan hidup.

coba perhatikan kaki kita jika kita bermain tanpa alas kaki dalam waktu lama. kaki kita akan terluka dan mulai tumbuh daging yang kita sebut ‘kapalan’. namun karena daging baru itu lebih tebal, maka seakan kaki kita sudah kebal dengan luka.
begitupun dalam hidup. setiap derita yang kita alami meninggalkan bekas luka dalam hati. namun seiring ebrjalannya waktu kita harus menyadari bahwa kita menjadi lebih tegar dari saat sebelum terluka. namun bukan berarti kita harus mencari luka untuk tegar. sangat bijak jika kita menjadikan peristiwa menyedihkan dalam hidup sebagai momentum untuk bangkit dan bukan hanya itu, bangkit dan menjadi lebih kuat.

syukurilah pernderitaan yang kita alami karena dengan demikian Tuhan sedang memeprsiapkan mental kita. namun jangan terkubur dalam luka, kta harus segera bangkit dan berlaru mengejar kebahagiaan yang telah Dia siapkan bagi kita.

satu-satunya obat menjadi tegar adalah melalui penderitaan sambil menikmatinya. pastilah sang ilahi tersenyum sambil membuat hati kita ‘kapalan’

Advertisements

Read Full Post »

kata “juara” biasanya diidentikan dengan kompetisi. kalau kita mau duduk sebentar dan berpikir, hidup juga merupakan sebuah kompetinsi. namun apa yang diperebutkan? tidak hanya materi, jabatan, penghargaan tapi lebih kepada kepuasan memenangkan setiap perkara yang kita hadapi.

ini adalah pengalamanku masuk dalam suasana kompetisi yang terkait dengan pertandingan. aku ikut pertandingan costumer service antar unit di tempatku bekerja. aku berpikir cara apa yang bisa kugunakan supaya bisa mengurangi rasa tegang tapi bisa menghasilkan yang terbaik. akhirnya, kutemukan tips sederhana.

aku mulai menyapa semua calon lawanku dan kusalami mereka sambil tersenyum kuucapkan “good luck”. dengan melakukan ini aku berasumsi mereka juga memberikan dukungan kepadaku. hal kedua yang kulakukan adalah menjadikan pendukung lawan sebagai pendukungku. aku anggap teriakan mereka, dukungan mereka juga dialamatkan kepadaku. aku mulai bisa menikmati atmosfer kompetisi ini dan menjadi bagian di dalamnya.

tips ketiga yang paling penting bagiku adalah menganggap setiap pertandingan adalah final. walaupun masih babak penyisihan, namun aku menganggap ini adalah final sehingga di otakku yang ada hanyalah menang. akhirnya aku memenangkan penyisihan dan setiap pertandingan berikutnya tetap menjadi final bagiku.

dari cerita diatas ada beberpa hal yang dapat dilakukan untuk melatih mental juara dalam diri, yang digunakan dalam kompetisi di arena hidup :

1. tersenyumlah dalam segala perkara baik susah maupun senang karena akan membuka aura kita menikmati segala perkara

2. bersikaplah positif terhadap rival anda karena bukan soal menang kalah tapi yang terbaik

3. setiap perkara adalah final, tidak dapat terulang … maka berilah dirimu yang terbaik

semoga dengan tips singkat ini, setiap kita bisa melatih diri menjadi juara dalam setiap perkara hidup yang kita hadapi….

do what u think is best

Read Full Post »